Hubungan kondisi lingkungan keluarga dengan hasil belajar siswa sekolah menengah atas

Nofitria Eka Putri(1*), Herman Nirwana(2), Syahniar Syahniar(3),

(1) Universitas Negeri Padang
(2) Universitas Negeri Padang
(3) Universitas Negeri Padang
(*) Corresponding Author




Abstract

Hasil belajar merupakan gambaran kemampuan siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar dalam rentangan waktu tertentu. belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seseorang yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang relatif menetap. Salah satu faktor yang diduga mempengaruhi adalah kondisi lingkungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa, (2) untuk mendeskripsikan kondisi lingkungan keluarga, dan (3) untuk menguji hubungan antara kondisi lingkungan keluarga dengan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis pendekatan deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian ini siswa SMAN 4 Kota Solok yang terdaftar pada semester Januari-Juni tahun ajaran 2017/2018 dan sampel sebanyak 180 siswa yang dipilih dengan Proposional Stratified Random Sampling. Instrument yang digunakan adalah kuisioner Kondisi Lingkungan Keluarga dengan reliabilitas 0,717 dan hasil ledger nilai siswa SMAN 4 Kota Solok semester genap tahun ajaran 2017/2018. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan teknik Pearson Product Moment. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa: (1) kondisi lingkungan keluarga siswa berada pada kategori rendah, (2) hasil belajar siswa berada pada kategori sedang, (3) dan terdapat hubungan negative yang signifikan antara kondisi lingkungan keluarga dengan hasil belajar siswa dengan koefisien korelasi 0,219 dengan taraf signifikan 0,000.

References

Citra. (2014). Hubungan Interaksi sosial dengan hasil belajar Siswa SMAN 1 Kota Solok. Skripsi.Tidak diterbitkan. Padang: BK FIP UNP.

Dianto, M, Nurhizrah & Mudjiran. (2015). Kontribusi Dukungan Sosial dan Konsep Diri terhadap Motivasi Berprestasi Siswa di SMP Negeri Kecamatan Batang Kapas Pesisir Selatan. Jurnal Konselor. Volume 4 Nomor 1, 19-25.

Fernanda, M. M. Afrizal Sano & Nurfanah. (2012). Hubungan Antara Kemampuan Berinteraksi Sosial dengan

Hasil Belajar Siswa. Jurnal Ilmiah Konseling. Volume 1 Nomor 1, 1-7.

Hanum, M, Prayitno & Herman Nirwana. (2015). Efektifitas Layanan Konseling Perorangan Meningkatkan

Kemandirian Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Belajar. Jurnal Konselor. Volume 4 Nomor 3, 162-168.

Prayitno. (1997). Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.

Prayitno. (2009). Dasar Teori dan Dasar Pendidikan. Padang: Grasindo.

Slameto. (2003). Belajar dan Faktor - faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta

Suryabrata, S. (2004). Bimbingan dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Sudjana, N. (2009). Penilaian Hasil & Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Syah, M. (2004). Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo.

Sukmadinata, N.S. (2003). Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: Remaja Roesdakarya.

Tahira, A. (2013). Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Ekonomi (Survey Pada Siswa Kelas X SMA Pasundan Kota Bandung). Skripsi. tidak diterbitkan. Bandung: UPI Bandung.

Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003. Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sinar Grafika.

Solina, W, Erlamsyah & Syahniar. (2013). Hubungan Antara Perlakuan Orangtua dengan Motivasi Belajar Siswa di Sekolah. Jurnal Ilmiah Konseling. Volume 2 Nomor 1, 289-294.


Full Text: PDF

DOI: 10.29210/02268jpgi0005
10.29210/02268jpgi0005

Article Metrics

Abstract View : 44 times
PDF : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.