Psychological well-being pada mantan narapidana kasus pengguna narkoba

Abstract

Becoming an achiever is not a desire of an individual. Because life in a penitentiary is different from life in society. After serving his sentence, the former prayed hoping to be accepted by society and change for the better. Former difficulties usually experience social pressure unconsciously and find it difficult to overcome them. The purpose of this study is to provide an overview and what factors can influence the state of psychological well-being in former drug users. The subjects of this study were 2 people who were selected by purposive sampling with the characteristics of being able-bodied, male and cases of drug users. This study uses interview and observation methods. The results of this study both subjects have good psychological well-being after leaving prison, this is evident in the results of the discussion that the 6 dimensions of psychological well-being have good value. Then the factors that influence the psychological well-being of the 2 subjects are social support and evaluation of experience.
Keywords
  • Psychological Well-being
  • Ex-Convicts
  • Drug Users.
References
  1. Arsyah Sumardi. (2013) Jenis-Jenis Narkoba. Jakarta: Citizen Reporter.
  2. Bonar Hutapea.(2011). Terpenjara dan Bahagia? Psychological Well-Being Pada narapidana Ditinjau dari Karakteristik Kepribadian.‛ Kepribadian.Proceeding Pesat (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitektur dan Sipil, 2011, 1858–2559.
  3. Denzin & Lincoln. (2009). Handbook of Qualitative Research. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  4. G.T Siahaan.(2008). Hubungan Harga Diri dengan Makna Hidup pada Narapidana.‛ Skripsi, Universitas Sumatera Utara.
  5. Hairina, Y., & Komalasari, S. (2017). Kondisi Psikologis Narapidana Narkotika Di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas II Karang Intan, Martapura, Kalimantan Selatan. Jurnal Studia Insania, 5(1), 94. https://doi.org/10.18592/jsi.v5i1.1353
  6. Herdiansyah, Haris. (2010). Metode Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-ilmu Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.
  7. Indiyah. (1997). Hubungan antara religiusitas dan kepercayaan diri dengan kecemasan pada narapidana menjelang masa bebas.‛ Universitas Gadjah Mada.
  8. Kristianingsih, S. A. (2009). “Pemaknaan Pemenjaraan Pada Narapidana Narkoba Di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga”. Humanitas, 1–15.
  9. Kurniasari, E., Rusmana, N., & Budiman, N. (2019). Gambaran umum kesejahteraan psikologis mahasiswa. Journal of Innovative Counseling : Theory, Practice & Research, 3(2), 52–58.
  10. Lapau, Buchari. (2012). Metode Penelitian Kesehatan: Metode Ilmiah Penulisan Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
  11. Liwarti. (2013). Hubungan antara pengalaman spritual dengan psychological Well-Being pada penghuni LembagaPermasyarakatan.‛ Jurnal Sains dan Praktik Psikologi. 1: 77– 88
  12. Mardenny. (2017, Februari 14). Jurnal Psikologi Islam Al-Qalb. GAMBARAN PSYCHOLOGICAL WELL BEING NARAPIDANA KASUS PEMBUNUHAN, Vol. 8(No. 1). https://doi.org/10.15548/alqalb.v8i1.864
  13. Moleong, Lexy J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
  14. Pasaribu, E. Y. (2009). Gambaran Kesejahteraan Psikologis Narapidana Pecandu Narkotika.
  15. Pratama, F. A. (2016). Kesejahteraan Psikologis Pada Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Sragen. 42(1), 1–10.
  16. Putri, N. I. (2021). Upaya Mencapai Kesejahteraan Psikologis pada Narapidana Kasus Narkoba. Jurnal Penelitian Psikologi, 8.
  17. Putrie, K. A., & Putrie, K. A. (2021).”Kecemasan terhadap Stigma Sosial untuk Kembali ke Masyarakat pada Mantan Narapidana Perempuan Tindak Pidana Penipuan. Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Undiksha”, 12(2). https://doi.org/10.23887/jibk.v12i2.33852
  18. Ramadhani, T., Djunaedi, D., & Sismiati S., A. (2016). ”Kesejahteraan Psikologis (PSYCHOLOGICAL WELL-BEING)Ssiswa Yang Orangtuanya Bercerai (Studi Deskriptif yang Dilakukan pada Siswa di SMK Negeri 26 Pembangunan Jakarta)”. INSIGHT: JURNAL BIMBINGAN KONSELING, 5(1), 108. https://doi.org/10.21009/insight.051.16
  19. Rijali, Ahmad. (2018). Analisis Data Kualitatif. Vol. 17 No. 33 Januari – Juni 2018. http://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/alhadharah/article/viewFile/2374/1691
  20. R. Y Afrinisna. (2013). Penyebab dan kondisi psikologis narapidana kasus narkoba pada remaja.‛ Universitas Ahmad Dahlan.
  21. Ryff, C. D., & Essex, M. J. (1992). “The interpretation of life experience and well-being: the sample case of relocation. Psychology and Aging”, 7(4), 507–517. https://doi.org/10.1037/0882-7974.7.4.507
  22. Ryff, C. D., & Keyes, C. L. M. (1995). “The Structure of Psychological Well-Being Revisited. Journal of Personality and Social Psycholog”y, 69(4), 719–727.
  23. Sarlito W. Sarwono. (2014) Psikologi Remaja Edisi Revisi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada., 2011. Siti Thohurotul Ula. ‚Makna Hidup bagi Narapidana.‛ Jurnal Hisbah 11, no. No.1,Juni, 16.
  24. Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : ALFABETA
  25. Sukarno. (1992). Narkoba dan Pemberantasannya. Surabaya: Usaha Nasional.
  26. Suranata, K., Dharsana, I. K., Paramartha, W. E., Dwiarwati, K. A., & Ifdil, I. (2021). Pengaruh model Strength-based Counseling dalam LMS Schoology untuk meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis siswa. JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia), 7(1), 137-146.
  27. Viktoria, V. (2007). Narapidana Pidana: Stigma Sosial dan Kecemasan untuk kembali ke masyarakat". Availeat https://www.atmajaya.ac.id/jurnalvictoria.pdf. [serial online] Diakses pada tanggal 13 Februari 2022
  28. Wells, Ingrid E. (2010). Psychological Well-Being. New York: Nova Science
  29. Publishers
  30. Yin, R. K. (2009). Case Study Research Design and Methods (4th ed. Vo). Sage Publication
  31. Yusuf . 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif & Gabungan. Jakarta: Kencana