Digital counseling: konsep dan tantangan layanan bimbingan online bagi generasi z
-
Published: October 30, 2025
-
Page: 573-581
Abstract
Revolusi industri 4.0 dan Society 5.0 telah mentransformasi layanan psikologis, melahirkan paradigma baru berupa digital counseling. Artikel ini bertujuan untuk mengkonseptualisasikan bentuk dan menganalisis tantangan layanan bimbingan online bagi Generasi Z sebagai digital native. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan tematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital counseling merepresentasikan evolusi layanan konseling yang mentranslasikan proses terapeutik ke ranah digital melalui moda sinkronus (video call, chat real-time) dan asinkronus (email, pesan teks). Layanan ini menawarkan peluang strategis bagi Generasi Z, seperti peningkatan aksesibilitas, fleksibilitas, serta pengurangan stigma dalam mencari bantuan psikologis. Namun, implementasinya dihadapkan pada kompleksitas tantangan multidimensi, mencakup aspek teknis (keamanan data dan kerahasiaan), etika (regulasi dan lisensi lintas wilayah), serta kompetensi konselor dalam membangun rapport dan empati melalui medium digital. Disimpulkan bahwa keberhasilan digital counseling memerlukan pendekatan holistik yang menyeimbangkan inovasi teknologi dengan pemertahanan prinsip-prinsip fundamental konseling, sehingga tercipta ekosistem layanan yang tidak hanya modern dan mudah diakses, tetapi juga etis dan efektif bagi Generasi Z.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.