Edukasi ovulasi berbasis sains untuk remaja melalui pemanfaatan uji ferning saliva sebagai media pendukung

Abstract

Remaja putri sering kali memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai masa subur, padahal pemahaman tentang ovulasi penting sebagai bekal kesehatan reproduksi di masa depan. Pemanfaatan metode edukasi yang bersifat aplikatif dan berbasis sains dapat meningkatkan pemahaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi ovulasi berbasis sains melalui pemeriksaan ferning saliva terhadap peningkatan pengetahuan masa subur pada remaja putri. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest one group design. Intervensi diberikan dalam bentuk edukasi mengenai konsep ovulasi, hormon estrogen, dan praktik pemeriksaan ferning secara langsung. Populasi penelitian adalah siswi remaja putri di SMA Muhammadiyah Kasihan, dan sebanyak 24 responden dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner pengetahuan masa subur yang telah divalidasi dan diuji reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan secara signifikan (p = 0,000) setelah diberikan edukasi, Dari total 24 responden, sebanyak 87,5% (21 responden) mengalami peningkatan skor pengetahuan setelah intervensi edukasi, sementara 12,5% (3 responden) menunjukkan skor yang tetap, dan 0% mengalami penurunan. Selain itu, hasil uji ferning memperlihatkan 70,8% responden menunjukkan terbentuknya pola kristalisasi yang menandakan aktivitas estrogen. Edukasi ovulasi berbasis sains melalui pemeriksaan ferning efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja putri tentang masa subur
Keywords
  • edukasi kesehatan
  • ferning saliva
  • masa subur
  • pengetahuan ovulasi
  • remaja putri
References
  1. Barker, K. M., Gayles, J., Diakité, M., Diantisa, F. G., & Lundgren, R. (2023). Using responsive feedback in scaling a gender norms-shifting adolescent sexual and reproductive health intervention in the Democratic Republic of Congo. Global Health: Science and Practice, 11(Supplement 2).
  2. Campo Woytuk, N., Søndergaard, M. L. J., Ciolfi Felice, M., & Balaam, M. (2020). Touching and being in touch with the menstruating body. Proceedings of the 2020 CHI Conference on Human Factors in Computing Systems, 1–14.
  3. Chronopoulou, E., Seifalian, A., Stephenson, J., Serhal, P., Saab, W., & Seshadri, S. (2021). Preconceptual care for couples seeking fertility treatment, an evidence-based approach. F&S Reviews, 2(1), 57–74.
  4. Duane, M., Stanford, J. B., Porucznik, C. A., & Vigil, P. (2022). Fertility awareness-based methods for women’s health and family planning. Frontiers in Medicine, 9, 858977.
  5. Gampar, P. R., Marisa, F., & Istiadi, I. (2024). Perbandingan Kinerja Metode Klasifikasi Citra Saliva Ferning Untuk Deteksi Masa Subur Berbasis Machine Learning. Jati (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika), 8(6), 11786–11791.
  6. Melnick, H., & Goudas, V. T. (2015). The detection of a salivary ferning pattern using the knowhen ovulation monitoring system as an indication of ovulation. J Women’s Health Care, 4(235), 420–2167.
  7. Patel, D. K., & Prajapati, D. G. (2018). Study the accuracy of salivary ferning test as a predictor of ovulation. International Journal of Reproduction, Contraception, Obstetrics and Gynecology, 7(7), 2699–2706.
  8. Rodríguez-Jiménez, R.-M., Carmona, M., García-Merino, S., Díaz-Ureña, G., & Lara Bercial, P. J. (2022). Embodied learning for well-being, self-awareness, and stress regulation: a randomized trial with engineering students using a mixed-method approach. Education Sciences, 12(2), 111.
  9. Srivastava, U., & Singh, K. K. (2017). Exploring knowledge and perceptions of school adolescents regarding pubertal changes and reproductive health. Ind J Youth Adol Health, 4(1), 26–35.
  10. Suastrawan, K. E., Suardana, I. N., & Sudiatmika, A. (2021). The effectiveness of science e-modules for class VII junior high schools based on socioscientific issues to improve students’ critical thinking skills. Journal of Science Education Research, 5(2), 1–9.
  11. Wilkinson, J., & Roberts, C. (2023). Are Ovulation Biosensors Feminist Technologies? In Genetic Science and New Digital Technologies (pp. 204–223). Bristol University Press.
  12. Yuniarti, S., Yustanta, B. F., Kowaas, I. N., Nurrachmawati, A., & Rahmawati, S. (2024). The Effect of Health Education Programs on Adolescents’ Knowledge and Attitudes regarding Reproductive Health. Journal of World Future Medicine, Health and Nursing, 2(2), 325–338.