Relasi pengetahuan dan kekuasaan dukun dalam pengobatan tradisional

Nur Fitriani(1),
(1) Universitas negeri padang  Indonesia

Corresponding Author
Copyright (c) 2020 Nur Fitriani Tri

DOI : https://doi.org/10.29210/3003475000

Full Text:    Language : ind

Abstract


Pengobatan tradisional merupakan pengobatan yang memanfaatkan bahan tumbuhan rempah-rempah, air, garam dan jimat, yang telah menjadi pengobatan alternatif di dalam masyarakat Dusun Lubuk Tenam. Tujuan dalam penelitian ini adalah melihat bagaimana relasi pengetahuan, relasi kekuasaan, relasi sosial dan kultural dukun, pasien dan masyarakat Dusun Lubuk Tenam dalam pengobatan tradisonal. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dan tipe penelitian etnografi Teknik pemilihan informan dilakukan dengan cara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang dikemukan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan memiliki pengetahuan tentang pengobatan tradisional dukun memiliki kekuasaan dalam pengobatan di bandingkan dengan pengobatan medis. dan tidak adanya persaingan antara dukun dan bidan desa maupun antar sesama dukun. Kekuasaan yang didapatkan dukun dikarenakan oleh kepercayaan dan pengetahuan yang dimiliki oleh setiap dukun. Kekuasaan dan pengetahuan merupakan dua sisi yang saling berkaitan, dengan pengetahuan orang akan berkuasa, pengetahuan membentuk kekuasaan. Dukun memiliki pengetahuan tentang pengobatan dan masyarakat membutuhkan pengobtan dari dukun maka antara dukun dan pasien saling keterkaitan satu sama lain. Pengetahuan yang dimiliki dukun membuat ia berkuasa disegi pengobatan sehingga ia memiliki peran dan kedudukan dalam masyarakat. Namun kehidupan atau kegiatan dukun tidak hanyak melakukan pengobatan saja akan tetapi dukun ini juga memiliki kegiatan lain seperi ke lading, berkebun dan lainya. Kemajuan teknologi tidak mempengaruhi masyarakat Dusun Lubuk Tenam untuk berobat. Sehingga pengobatan tradisional masih tetap di lestarikan dan di budayakan.kan dari generasi ke generasi.


Article Metrics

 Abstract Views : 16 times
 PDF Downloaded : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Nur Fitriani Tri