Strategi Guru Dalam Menangani Perilaku Hiperaktif Anak Usia Dini

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik perilaku anak hiperaktif dan mendeskripsikan strategi guru dalam menangani perilaku hiperaktif anak usia dini di TK Ar-Ridho. Perilaku hiperaktif pada anak usia dini dapat mengganggu proses pembelajaran dan perkembangan sosial-emosional jika tidak ditangani dengan tepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah dua guru kelas A dan dua anak yang menunjukkan perilaku hiperaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik perilaku anak hiperaktif meliputi gerak berlebihan, impulsif, kesulitan memusatkan perhatian, kurang sabar dan mengganggu orang lain, perilaku ceroboh, meninggalkan tugas sebelum selesai, dan berbicara tanpa henti. Strategi yang diterapkan guru meliputi penguatan positif, penggunaan media pembelajaran interaktif, penataan lingkungan belajar, latihan pengendalian diri dan keterampilan sosial, serta pemberian waktu istirahat terjadwal. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi guru PAUD dalam merancang strategi penanganan anak hiperaktif yang efektif dan kondusif

Keywords
  • Strategi guru
  • Perilaku hiperaktif
  • Anak usia dini
  • Pendidikan anak usia dini
  • Penanganan perilaku
How to Cite
Nurlela, N., Surya, H., & Risna, I. (2025). Strategi Guru Dalam Menangani Perilaku Hiperaktif Anak Usia Dini. Southeast Asian Journal of Technology and Science, 6(1), 36–42. https://doi.org/10.29210/810631300
References
  1. Abidin, M. (2023). Analysis of hyperactive child behavior and handling efforts in education. Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 8(1), 25–46.
  2. Aini, A., & Hadi, A. (2023). Peran guru dalam pengelolaan kelas terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Amin, 2(2), 208–224.
  3. Aldawiah, A., & Tadzkirah, T. (2025). Peran Media Pembelajaran Dalam Mengatasi Anak Hiperaktif Studi Kasus di TK RA UMDI Ujung Lare. ECEJ: Early Childhood Education Journal, 2(2), 43–49.
  4. Apriliani, F., Puadah, N. N., Aryanti, S., & Dedah, A. (2024). Peran Guru dalam Penanganan Anak Hiperaktif di TK Kenanga Parigi. Edu Happiness: Jurnal Ilmiah Perkembangan Anak Usia Dini, 3(1), 48–56.
  5. Apriyanto, A., Judijanto, L., Darmayasa, D., & Wahyuningsih, N. S. (2025). Psikologi Pendidikan: Memahami Siswa dan Proses Belajar. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
  6. Aziza, Z. N., Rizqiyani, R., & Cahyo, E. D. (2025). Pengaruh Metode Bermain Sambil Belajar terhadap Anak Hyperaktif. Journal of Islamic Education for Early Childhood, 7(2), 174–182.
  7. Barkley, R. A. (2015). Concentration deficit disorder (sluggish cognitive tempo). Attention-Deficit Hyperactivity Disorder: A Handbook for Diagnosis and Treatment, 81–115.
  8. Carreon, A., Mosher, M., Goldman, S., Smith, S., & Smith, B. (2024). A Ten-Year Review of the Journal of Special Education Technology: Innovations and Trends for Individuals with Disabilities. Journal of Special Education Technology, 01626434251349414.
  9. Dr. Umar Sidiq, M.Ag Dr. Moh. Miftachul Choiri, M. (2019). Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Pendidikan. In Journal of Chemical Information and Modeling (Vol. 53, Issue 9).
  10. Endu, E., Bate, N. S., Wau, M. P., & Laksana, D. N. L. (2023). Implementasi Prinsip Layanan Pendidikan Abk Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Pada Sekolah Inklusi. Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti, 1(1), 88–98.
  11. Iftitah, S. L. (2022). Upaya guru dalam membimbing anak hiperaktif di tk pkk tanjung pademawu pamekasan. Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (Audhi), 5(1), 15–22.
  12. Islamiah, R., & Wulandari, H. (2023). Peran Guru Dalam Menangani Anak Hiperaktif. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini, 5(1), 36–41.
  13. Junari, Q. P., Audina, N., Azhari, R. Z., Sari, W. P., & Lestari, E. P. (2025). Strategi Pembelajaran yang Cocok Digunakan untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). JIWA: Jurnal Inovasi Wawasan Akademik, 1(1), 37–48.
  14. Marlena, V., Dewi, A. P., & Sari, U. P. (2024). Analisis Faktor Penyebab Dan Dampak Perilaku Hiperaktif Terhadap Hasil Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 3(2), 1792–1810.
  15. Moleong, L. J., & Surjaman, T. (2014). Metodologi penelitian kualitatif.
  16. Muhaimin, M., Sholikhah, A., Rahma, H., Al Anan, M. Y., & Inaya, V. R. (2023). Penanganan Siswa Hiperaktif di Sekolah Dasar melalui Model Contextual Teaching Learning (CTL) Berbantuan Metode Self Instruction. Dawuh Guru: Jurnal Pendidikan MI/SD, 3(2), 169–180.
  17. Mustaqimah, N., Wijaya, A., Latjompoh, M., Ibrahim, Y. A., Rahmawati, E., Djerubu, D., Nugroho, P. B., Utami, E. S., Wardhani, D. K., & Sina, M. W. (2024). Psikologi Pendidikan dalam Belajar dan Pembelajaran. Penerbit Mifandi Mandiri Digital, 1(01).
  18. Papalia, D. E., & Martorell, G. (2021). Desenvolvimento Humano-14. McGraw Hill Brasil.
  19. Restya, D. N., & Wulandari, H. (2024). PERAN Guru Paud Dalam Mengelola Anak Hiperaktivitas Pada Proses Pembelajaran. CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif), 7(1), 6–14.
  20. Rizqi, A. M., Permana, B. S., Reygita, H., Rostika, D., & Sudarmansyah, R. (2024). Analisis Faktor Dan Dampak Perilaku Hiperaktif Siswa Sekolah Dasar Kelas Rendah Terhadap Hasil Belajar. Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 4(1), 104–113.
  21. Rosyad, A., & Tarihoran, N. (2022). Model dan Strategi Pembelajaran Anak ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Journal of Innovation Research and Knowledge, 2(3), 591–600.
  22. Rozie, F., Haryani, W., & Safitri, D. (2019). Peran Guru Dalam Penanganan Perilaku Anak Hiperaktif Di TK Negeri 1 Samarinda. JECE (Journal of Early Childhood Education), 1(2), 53–59.
  23. Saidi, S. (2020). Education Psychology in Increasing the Potential of Students at the Era of Industrial Revolution 4.0. IMTECH: Journal of Instructional, Media Education and Technology, 1(1), 16–23.
  24. Setiawati, F. A. (2020). Mengenal konsep-konsep anak berkebutuhan khusus dalam PAUD. SELING: Jurnal Program Studi PGRA, 6(2), 193–208.
  25. Skinner, B. F. (1965). Science and human behavior (Issue 92904). Simon and Schuster.
  26. Sugiyono. (2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.
  27. Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes (Vol. 86). Harvard university press.
  28. WIJAYA, Y. A. (2024). Hubungan Bullying Dan Aktivitas Bermain Game Online Terhadap Kesehatan Mental Peserta Didik Kelas V SDN Tamansari 1 Tahun Pelajaran 2023/2024.
  29. Wilyanita, N., Herlinda, S., & Wulandari, D. R. (2022). Efektifitas peran guru pendamping (shadow teacher) anak hiperaktif dalam proses pembelajaran. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4, 1349–1358.
  30. Wolraich, M. L., Hagan Jr, J. F., Allan, C., Chan, E., Davison, D., Earls, M., Evans, S. W., Flinn, S. K., Froehlich, T., & Frost, J. (2019). Clinical practice guideline for the diagnosis, evaluation, and treatment of attention-deficit/hyperactivity disorder in children and adolescents. Pediatrics, 144(4), e20192528.