Analisis Keterlambatan Berbicara Anak Usia Dini Melalui Metode Problem Solving

Abstract

Penelitian ini dimotivasi oleh anak usia dini yang mengalami masalah keterlambatan bicara. Keterlambatan bicara pada anak usia dini adalah kondisi di mana kualitas perkembangan bicara anak tidak sesuai atau di bawah usianya, di mana anak mengalami kesulitan dalam mengekspresikan perasaannya dan anak kurang menguasai kosakata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis penggunaan metode pemecahan masalah guru dalam menangani keterlambatan bicara pada anak usia 5-6 tahun. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 guru anak yang mengalami keterlambatan bicara. Pengumpulan data diperoleh dari informan primer menggunakan metode wawancara semi-terstruktur dengan guru kelas subjek. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan teknik deskriptif untuk menjelaskan hasil penelitian. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa keterlambatan bicara yang dialami anak usia dini menyebabkan beberapa hambatan, termasuk anak tidak mampu mengungkapkan apa yang mereka rasakan atau apa yang mereka inginkan, anak merasa canggung saat mengobrol dengan teman-teman mereka, dan juga anak cenderung pendiam. Hambatan juga dirasakan oleh lawan bicara anak seperti orang tua, guru atau teman ketika mereka ingin mengajak anak berbicara. Melalui pembelajaran metode pemecahan masalah yang dilakukan oleh guru, anak-anak mampu dan berani berbicara meskipun masih ada beberapa huruf yang belum jelas.

Keywords
  • Anak Usia Dini
  • Keterlambatan Bicara
  • Problem Solving
How to Cite
Aeni, N., Sari, N., & Risna, I. (2026). Analisis Keterlambatan Berbicara Anak Usia Dini Melalui Metode Problem Solving. Southeast Asian Journal of Technology and Science, 6(2), 99–105. https://doi.org/10.29210/810666900
References
  1. Alya, A. P., Enoh, & Mulyani, D. (2023). Analisis Penyebab Keterlambatan Berbicara pada Salah Satu Anak Usia Dini. Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud, 3(1), 29–34. https://doi.org/10.29313/jrpgp.v3i1.1778
  2. Azharin, B. P. (2022). Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini Dengan Media Gambar Seri. Journal Fascho: Jurnal Penelitian Dan Pendidikan Anak Usia Dini, 1(2), 43–50.
  3. Budiarti, E., Kartini, R. D., Putri H, S., Indrawati, Y., & Daisiu, K. F. (2023). Penanganan Anak Keterlambatan Berbicara (Speech Delay) Usia 5 - 6 Menggunakan Metode Bercerita Di Indonesia. Jurnal Pendidikan Indonesia, 4(02), 112–121. https://doi.org/10.59141/japendi.v4i02.1584
  4. Chang, R., Li, C., Wei, M., Jiang, Y., & Zhang, J. (2024). Associations of father absence and limited access to books and toys with early childhood development among children aged 0–6 years in a rural county lifted out of poverty in China. Child: Care, Health and Development, 50(1). https://doi.org/10.1111/cch.13145
  5. Dewi, R., Thayyibah, Z., & Hijriati. (2023). Permasalahan Pada Anak Yang Memiliki Keterlambatan Dalam Berbicara. Jurnal PENA PAUD, 5(1), 11–20. https://ejournal.unib.ac.id/index.php/penapaud/index
  6. Evitarini, A., Erwinda, L., & Syahputra, Y. (2025). Belajar dan Pembelajaran. Eureka Media Aksara.
  7. Gustiana, A. A. (2024). Analisis Keterlambatan Berbicara pada Anak Berusia 6 Tahun. Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus, 8(2), 100–108. https://doi.org/10.63629/anufa.v1i2.47
  8. Hilmiah, I., Nanik Yuliati, & Suhartiningsih. (2024). Faktor Keterlambatan Bicara Pada Anak Usia 5-6 Tahun. Abata : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 4(1), 54–66. https://doi.org/10.32665/abata.v4i1.2796
  9. Hurlock, E. B. (1980). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. In Jakarta: Erlangga. Jakarta:Erlangga.
  10. Hutami, E. P., & Samsidar, S. (2018). Strategi Komunikasi Simbolik Speech Delay Pada Anak Usia 6 Tahun di TK Paramata Bunda Palopo. Tunas Cendekia Jurnal Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(1), 39–43. https://doi.org/10.24256/cendekia.v1i1.384
  11. Istiqlal, A. N. (2021). Gangguan keterlambatan berbicara (speech delay) pada anak usia 6 tahun. Preschool: Jurnal Perkembangan Dan Pendidikan Anak Usia Dini, 2(2), 206–216.
  12. Marzuqi, M., Mariani, S., & Wijayanti, K. (2023). Systematic Literature Review: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Dalam Pendekatan Open Ended Problem. Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika, 7(3), 3138–3147. https://doi.org/10.31004/cendekia.v7i3.2876
  13. Rahmawati, F. (2025). Identifikasi Perkembangan Berbicara Anak Usia Dini Usia 5-6 Tahun. Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education, 9(1). https://doi.org/10.51529/ijiece.v9i1.483
  14. Ratna, S., & Imamah, I. (2023). Kemampuan Problem Solving Anak Usia Dini melalui Bermain Puzzle pada PAUD. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(6), 7913–7924. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i6.5868
  15. Rosita, N. (2017). Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah melalui kegiatan bermain peran. Universitas Negeri Jakarta.
  16. Sapriani, & Depalina, S. (2025). Peningkatan Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini Melalui Percakapan Sehari-hari. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Anak Usia Dini, 4(1), 151–164. https://doi.org/10.61132/jupenbaud.v1i4.98
  17. Syahputra, Y., Rahmat, C. P., & Erwinda, L. (2025). Instrumentasi Tes dalam Bimbingan dan Konseling. Eureka Media Aksara.
  18. Taqiyah, D. B., & Mumpuniarti, M. (2022). Intervensi Dini Bahasa dan Bicara Anak Speech Delay. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 3992–4002. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i5.2494
  19. Triwahyuni, H., Casnan, C., Gumelarsari, M., & Firmansyah, I. (2023). Meningkatkan Kemampuan Problem Solving melalui System Thinking dalam Proses Pembelajaran Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(6), 7707–7714. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i6.4062
  20. Utami, L. O., Utami, I. S., & Sarumpaet, N. (2017). Penerapan metode problem solving dalam mengembangkan kemampuan kognitif anak usia dini melalui kegiatan bermain. Tunas Siliwangi, 3(2), 175–180.