Kegiatan Senam Irama Dalam Mengembangkan Motorik Kasar Anak Usia Dini
-
Published: February 26, 2026
-
Page: 130-135
Abstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan kegiatan senam irama serta gambaran perkembangan motorik kasar anak usia 5-6 tahun di kelompok B TK Negeri Pembina Kecamatan Cipocok Jaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek anak kelompok B, satu guru kelas, serta orang tua. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa senam irama dilaksanakan sebagai kegiatan pembiasaan harian sebelum pembelajaran dengan memadukan musik, demonstrasi gerakan, dan penggunaan alat sederhana. Berdasarkan praktik tersebut tergambarkan peningkatan penguasaan gerak lokomotor dan non lokomotor anak, terutama pada keseimbangan, koordinasi, dan kelincahan, disertai meningkatnya partisipasi dan konsentrasi selama kegiatan. Keunikan temuan studi kasus ini terletak pada peran pembiasaan rutin dan adaptasi guru melalui penyederhanaan gerakan dan penggunaan lagu familiar yang memungkinkan kegiatan tetap berjalan meskipun sarana dan pelatihan formal terbatas. Penelitian ini memberikan gambaran praktik nyata implementasi pembelajaran fisik-motorik berbasis gerak-musik di satuan PAUD serta implikasi praktis bagi pengembangan kegiatan pembelajaran yang kontekstual.
- Senam irama
- Motorik kasar
- Anak usia dini
- Pendidikan jasmani
- TK Negeri Pembina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
- Azmi, K., & Nurhidayani, N. (2022). Pengaruh Senam Kebugaran Jasmani Dalam Mengoptimalkan Kemampuan Motorik Kasar Pada Anak Usia Dini. Gelora: Jurnal Pendidikan Olahraga Dan Kesehatan IKIP Mataram, 9(2), 82–89.
- Bao, W. (2024). A Study on the Development of" Coordination in Movement" in Early Childhood Education. Journal of Interdisciplinary Insights, 2(4), 109–114.
- Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101.
- Braun, V., & Clarke, V. (2023). Is thematic analysis used well in health psychology? A critical review of published research, with recommendations for quality practice and reporting. Health Psychology Review, 17(4), 695–718.
- Candra, O., Pranoto, N. W., Ropitasari, R., Cahyono, D., Sukmawati, E., & Cs, A. (2023). Peran pendidikan jasmani dalam pengembangan motorik kasar pada anak usia dini. Journal Obsesi (Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini), 7(2), 2538–2546.
- Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Sage publications.
- Dewi, D. S., Nurjaman, I., & Fitria, E. (2024). Peningkatan Motorik Kasar Anak Usia Dini Usia 4-5 Tahun Melalui Kegiatan Senam Irama. PAUDIA: Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 289–302.
- Fischer, M. H. (2023). The embodied cognition approach: Principles and research questions. In Experimental methods in embodied cognition (pp. 3–18). Routledge.
- Goodway, J. D., Ozmun, J. C., & Gallahue, D. L. (2019). Understanding motor development: Infants, children, adolescents, adults. (No Title).
- Gunawan. (2022). Konsep dan Implementasi Karakter. In Yogyakarta: Graha Ilmu (Issue 112).
- Handayani, S. G. (2020). The effect of implementing rhythmic gymnastics to improve motor skills of primary school students. 1st Progress in Social Science, Humanities and Education Research Symposium (PSSHERS 2019), 777–779.
- Kemendikbud. (2022). Pedoman Umum Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini Berkualitas. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset Dan Teknologi, 1, 79.
- Kezić, A., Miletić, Đ., & Lujan, I. K. (2018). Motor learning in rhythmic gymnastics: influence of fundamental movement skills. Acta Kinesiol, 12(2), 20–28.
- Khonita, N., Mustofa, E., & Nabil, N. (2023). Pengaruh Senam Irama Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Di Ra. Roudhotul Jannah Bekasi Timur. Al Hanin, 3(1), 36–43.
- Leong, D. J., & Bodrova, E. (1995). Vygotsky ’ S Zone of Proximal Development. 2(4), 0–2.
- Marcos, A. F., Morgado, L., & Ferreira, R. A. (2022). Práticas de ensino e aprendizagem online em Macau, Portugal e Brasil: na senda de um modelo pedagógico virtual global pós pandemia. Revista de Estilos de Aprendizaje, 15(30), 130–148.
- Michelaki, E., & Bournelli, P. (2022). Assessing the Bodily-Kinesthetic Intelligence of Pre-Schoolers. European Journal of Physical Education and Sport Science, 8(5).
- Nurlaela, W., Ismayanti, S., Sansofa, C. A., Nuraeni, K. M., & Cahyawati, I. D. (2025). Implementing Rhythmic Gymnastics as a Learning Strategy for Gross Motor Development in Early Childhood: A Qualitative Study. GENIUS: Indonesian Journal of Early Childhood Education, 6(2), 197–208.
- Patton, M. Q. (2014). Qualitative research & evaluation methods: Integrating theory and practice. Sage publications.
- Qiptiyah, T. M. (2024). Teori Perkembangan Kognitif Anak (Vygotsky). Childhood Education: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 204–220.
- Wahidah, F., & Muniroh, D. (2021). Strategi Peningkatan Motorik Kasar Anak Unsur Kekuatan Melalui Permainan Lempar Tangkap Bola Besar Di RA Darussalam. Childhood Education: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(1), 1–11.
- Wilson, A. D., & Golonka, S. (2013). Embodied cognition is not what you think it is. Frontiers in Psychology, 4, 58.
- Yin, R. K. (2018). Case study research and applications (Vol. 6). Sage Thousand Oaks, CA.