Pelaksanaan pelatihan resiliensi berbasis i am, i have dan i can sebagai upaya meningkatkan ketahanan siswa terhadap perilaku bullying di sekolah menengah ata
-
Published: April 17, 2026
-
Page: 19-25
Abstract
Perilaku perundungan (bullying) adalah isu kesehatan masyarakat yang penting dan tantangan serius di lingkungan sekolah. Korban bullying rentan mengalami dampak negatif pada kesehatan mental dan fisik, termasuk kecemasan, depresi, dan penurunan kesejahteraan jangka panjang. Resiliensi didefinisikan sebagai kemampuan untuk beradaptasi secara positif dan bangkit kembali dari kesulitan atau ancaman. Peningkatan resiliensi dipandang sebagai faktor protektif untuk meningkatkan ketahanan siswa terhadap bullying.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan resiliensi guna mengembangkan ketahanan siswa SMA ketika dihadapkan pada perilaku bullying. Efektivitas pelatihan diukur melalui metode eksperimen dengan desain One Group Pretest and Posttest Design. Subjek penelitian adalah 24 siswa SMA Dian Andalas Kota Padang. Pelatihan ini berfokus pada tiga aspek utama resiliensi: I Am, I Have, dan I Can. Data dianalisis menggunakan uji beda (paired sample t-test). Hasil menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest (M = 10.83) dan posttest (M = 12.63). Uji t berpasangan menghasilkan nilai t(23) = -3.43 dengan signifikansi p=0.002, menegaskan bahwa peningkatan skor (rata-rata 1.79 poin) sangat signifikan secara statistik. Disimpulkan bahwa pelatihan resiliensi efektif meningkatkan ketahanan siswa terhadap perilaku bullying. Temuan ini mendukung bahwa resiliensi adalah proses yang dapat dipelajari melalui intervensi terstruktur. Program berbasis resiliensi direkomendasikan sebagai strategi preventif proaktif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.