The effect of using cooperative learning model type of examples non examples and motivation toward student learning outcomes

Aulia Rahuma(1), Azwar Ananda(2),
(1) Social Studies Education Program, Postgraduate Program At Universitas Negeri Padang, Indonesia  Indonesia
(2) Universitas Negeri Padang  Indonesia

Corresponding Author
Copyright (c) 2019 Aulia Rahuma, Azwar Ananda

DOI : https://doi.org/10.29210/02018275

Full Text:    Language : en

Abstract


This research aims to find out : (1) the differences outcomes learning of the social student subject between student taught by using example non example model and student taught by using convensional model (2) the differences outcomes learning of the social student subject between student taught by using example non example model with convensional models by looking from leaarning motivation. (3) the influence of interaction between example non example models  with convensional models. This study is an experimental research  (qasi-experiment) with a  2x2 factorial design.  Analysis data in this  research was  use anava statistical test. Research finding suggest that : (1) there are differences outcomes learning of the social student subject between student taught by using example non example model and student taught by using convensional models (2) the students which have  high motivation in learning that  given  by example non example models socialstudent subject are higher  than convensional models  students. (3)  the students which have low motivation in learning outcomes learning of the social student are higher given  by using  conventional models than use example non example models. (4) there is an influence of interaction between example non example models  with convensional models with learning motivation ( high – low) on  the result of  social student subject.


Keywords


Examples Non Examples models , conventional learning, learning motivation (high-low), learning outcomes.

References


Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Asdi Mahastya.

Aritonang, K. T. (2008). Minat dan motivasi dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Jurnal Pendidikan Penabur, 7(10), 11-21.

Asma, Nur. (2012). ModelPembelajaran Kooperatif. Padang: UNP Press.

B. Uno, Hamzah dan Nurdin Mohamad. (2013). Belajar dengan Pendekatan PAILKEM (Strategi Pembelajaran PAILKEM Merupakan Salah Satu Strategi yang dapat Diterapkan ungutk Mengoptimalkan Kegiatan Pembelajaran Di Sekolah). Jakarta: Bumi Aksara.

B. Uno, Hamzah.(2009). Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

B. Uno. Hamzah dan Satria Koni. (2012). Assessment Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Dantes, Nyoman. (2012). Metode Penelitian. Yogyakarta: ANDI.

Hamalik, Oemar. (2008). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi aksara.

Huda, Miftahul. (2011). Cooperative Learning: Metode, Teknik, Struktur dan Modal Penerapan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Huda, Miftahul. (2014). Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran: Isu-Isu Metodis dan Paradigmatis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Irianto, Agus. (2009). Statistik Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta : Kencana.

Isjoni. (2013). Pembelajaran Kooperatif: Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi Antar Peserta Didik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Manurung, I. W., Mulyani, B., & Saputro, S. (2013). Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Numbered Head Together (Nht) Dan Learning Together (Lt) Dengan Melihat Kemampuan Memori Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Materi Tata Nama Senyawa Kimia Kelas X SMA Negeri 2 Karanganyar. Jurnal Pendidikan Kimia, 2(4), 24-31.

Mappeasse, M. Y. (2009). Pengaruh cara dan motivasi belajar terhadap hasil belajar programmable logic controller (PLC) siswa kelas III jurusan listrik SMK Negeri 5 Makassar. Jurnal Medtek, 1(2), 1-6.

Muri Yusuf, A. (2007). Metode Penelitian. Padang: UNP Press.

Nurhadi, dkk. (2004). Pembelajaran Konstektual (Contectual Teaching and Learning/CTL) dan penerapannya dalam KBK. Malang: UniversitasNegeri Malang.

Purwanto. (2011). Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rusman. (2012). Model-Model Pembelajaran (Mengembangkan Profesionalisme Guru). Jakarta: Rajawali Pers.

Sardiman. (2012). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.

Shoimin, Aris. (2014). 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Sjukur, S. B. (2012). Pengaruh blended learning terhadap motivasi belajar dan hasil belajar siswa di tingkat SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi, 2(3).

Slameto. (2015). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Sukandi, Ujang. (2003). Belajar Aktif dan Terpadu: Apa, Mengapa, dan Bagaimana. Surabaya: Duta Graha Pustaka.

Sumiati dan Asra. (2007). Metode Pembelajaran. Bandung: Wacana Prima.

Suprijono, Agus.(2009). Cooperative Learning.Surabaya: PustakaPelajar.

Suprijono, Agus. (2013). Cooperative Learning: Teori & Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Suryobroto, B. (2002). Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Syah, Muhibbin. (2008). Psikologi Belajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Trianto, (2009).Mendesain model pembelajraninovatif-progresif. Jakarta: Kencanaprenada media group.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2006. Jakarta: Arnas Duta Jaya.

Widodo, T. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif. Surakarta: UNS Press.

Wulandari, I. S. (2014). Pengaruh Pemberian Reward and Punishment Terhadap Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Passing Bawah Bolavoli (Studi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Yosowilangun Lumajang). Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, 2(3).


Article Metrics

 Abstract Views : 90 times
 PDF Downloaded : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Aulia Rahuma, Azwar Ananda

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.