Konsep Kesiapan Siswa dalam Mengerjakan Tugas

Abstract

Kesiapan belajar merupakan keseluruhan kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk memberikan respon atau jawaban di dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran akan berjalan dengan baik apabila disokong oleh beberapa hal antara lain: kesiapan untuk belajar, mengerjakan tugas, membaca, dan sebagainya. Salah satu yangmempengaruhi kesiapan belajar dan membuat tugas adalah kesiapan psikis seseorang. Kesiapan psikis tersebut yaitu kesiapan psikis untuk belajar mandiri yang melipti senang belajar, belajar dengan kemauan sendiri, pemahaman diri, tanggung jawab dalam belajar atau mengerjakan tugas dan kreatif dalam membuat tugas atau kegiatan. Artikel ini mendeskripsikan tentang kesiapan siswa dalam mengerjakan tugas.

Keywords
  • Kesiapan siswa
  • mengerjakan tugas
References
  1. Muri Yusuf. (2014). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatuf, & Penelitian
  2. Gabungan. Jakarta: Prenadamedia Group.
  3. A. Muri Yusuf. (2007). Metodologi Penelitian. Padang: UNP Press.
  4. Alvin C. Eurich. (1962). Former State U. Chief. The New York Times.
  5. Djamarah, Syaiful Bahri. (2002). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
  6. Djamarah, Syaiful Bahri. (2006). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
  7. Gadgne Robert M. (1977). Kondisi Belajar Mengajar & Kondisi Pembelajaran.
  8. Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud.
  9. Hamid Darmadi. (2014). Metode Penelitian Pendidikan dan Sosial, Teori Konsep
  10. Dasar dan Implementasi. Bandung: Alfabeta.
  11. Hartanto H. (2012). Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta: Pustaka Sinar
  12. Harapan.
  13. Kimble, G.A. (1961). Hilgard and Marquis Conditional and Learning. New York:
  14. Apletton.
  15. Mayer, L.H. (1982). Food Chemistry The AVI Publishing Company. California:
  16. University.
  17. Moh. Surya. (1997). Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung: PPB.
  18. Mulyani S.N. & Rinawati M. (2013). Keluarga Berencana dan Kontrasepsi.
  19. Yogyakarta: Nuhamedika.
  20. Nasution, M.N. (2005). Manajemen Mutu Terpadu:Total Quality Manajemen Edisi
  21. Kedua. Bogor: Ghalia Indonesia.
  22. Slameto. (2013). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka
  23. Cipta.
  24. Spermen Lorince. (2010). Total Quality Manajemen., Edisi Revisi. Yogyakarta: Andi.
  25. Sudjana, Nana. (2011). Penilaian Hasil dan Proses Belajar Mengajar. Bandung:
  26. Rosdakarya.
  27. Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.
  28. Bandung: Alfabeta.
  29. Sukardi. (2003). Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Prakteknya.
  30. Jakarta: Bumi Aksara.
  31. Suyono & Hariyanto. (2011). Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  32. Syaiful Bahri Djamara. (2000). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
  33. Titonegoro. (1984). Anak Supernormal dan Program Pendidikannya. Jakarta: Bina
  34. Aksara.
  35. Tulus Winarsunu. (2003). Statistik Dalam Penelitian Psikoloi dan Pendidikan.
  36. Malang: UMM Press.
  37. Tulus Winarsunu. (2009). Statistik Dalam Penelitian Psikologi dan Pendidikan.
  38. Malang: UMM Press.