Psychological well-being remaja dari keluarga broken home

Ifdil Ifdil(1), Indah Permata Sari(2), Viqri Novielza Putri(3),
(1) Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)  Indonesia
(2) Universitas Negeri Padang  Indonesia
(3) Universitas Negeri Padang  Indonesia

Corresponding Author
Copyright (c) 2020 Ifdil Ifdil, Indah Permata Sari, Viqri Novielza Putri

DOI : https://doi.org/10.23916/08591011

Full Text:    Language : 

Abstract


Keluarga merupakan unit kehidupan terkecil di masyarakat yang terdiri dari ayah, ibu dan anak, tetapi keluarga menempati kedudukan yang primer dan fundamental. Setiap anak tentunya mendambakan kondisi keluarga yang harnomis, namun dalam kehidupan keluarga tidak lepas dari badai kehidupan yang turut mempengaruhinya sehingga membuat kondisi keluarga mengalami keretakan. Keretakan hubungan orangtua ini membuat kondisi dalam keluarga menjadi broken home yang mana kondisi tersebut memiliki pengaruh terhadap kesejahteraan psikologis remaja. Kesejahteraan psikologis merupakan suatu kondisi menjadi sejahtera dengan sikap-sikap seperti penerimaan diri, bertujuan, hubungan positif, pribadi mandiri, dan bertumbuh. Remaja dengan kondisi keluarga broken home tentu ini tidak mudah karena mereka berada pada kondisi penuh tekanan yaitu harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan mengalami perubahan-perubahan pada diri dan kehidupan mereka, sebagai remaja hendaknya perlu mencapai kesejahteraan psikologis yang baik agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya.

Keywords


Psychological well-being, remaja, keluarga broken home

References


Aritonang, N. N. (2019). Gambaran Perilaku Percobaan Bunuh Diri pada Remaja Putri yang Broken Home. Jurnal STINDO Profesional, V(2), 48–58.

Asiyah, A. (2017). Peran Keluarga Dalam Mendidik Anak. At-Ta’lim: Media Informasi Pendidikan Islam, 15(1), 166–185.

Awaliyah, A., & Listiyandini, R. A. (2017). Pengaruh Rasa Kesadaran terhadap Kesejahteraan Psikologis Pada Mahasiswa. Jurnal Psikogenesis, 5(2), 89–101.

Aziz, M. (2019). Perilaku Sosial Anak Remaja Korban Broken Home dalam Berbagai Perspektif (Suatu Penelitian di SMPN 18 Kota Banda Aceh). Jurnal Al-Ijtimaiyyah: Media Kajian Pengembangan Masyarakat Islam, 1(1).

Bradburn, M. N. (1998). The Structure of Psychological Well Being. Chicago: Aldine Pub.Co.

Bupu, K. N., Nawaji, & Iswahyudi, D. (2019). Pola Hidup Keluarga Broken Home. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dan Pembelajaran Bagi Guru Dan Dosen, 3(1), 319–326.

Busra, A. (2019). Peranan Orang Tua Terhadap Pembinaan Akhlak Anak. Al-wardah, 12(2), 123–130.

Chaplin, J. P. (2011). Kamus Lengkap Psikologi (14th ed.). Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Donnalo, R. S. (2020). Implementasi Pemuridan Kontekstual dalam Menanamkan Nilai Nilai Pendidikan Karakter Bagi Anak Usia Dini.

Echolis, J. M. (2020). Pola Asuh Orangg Tua Dalam Membantu Anak Membangun Disiplin Diri. Jakarta: Rineka Cipta.

Ermayanti, S., & Abdullah, S. M. (2007). Hubungan antara persepsi terhadap dukungan sosial dengan penyesuaian diri pada masa pensiun. Jurnal InSight, 5, 148–162.

Goode, W. J. (2007). Sosiologi Keluarga. Jakarta: Bumi Aksara.

Harimukthi, M. T., & Dewi, K. S. (2017). Eksplorasi kesejahteraan psikologis individu dewasa awal penyandang tunanetra. Jurnal Psikologi Undip.

Hasan, M. (2012). Bahan Ajar Psikologi Konseling Keluarga. Padang: UNP Press.

Hasanah, S., Sahara, E., Sari, I. P., Wulandari, S., & Hutasuhut, K. P. (2017). Broken Home pada Remaja dan Peran Konselor. Jurnal Riset Tindakan Indonesia, 2(2), 1–6.

Indriani, N. F. (2008). Dampak Psikologis Perceraian Orangtua terhadap Anak. Semarang.

Indryawati, R. (2014). Kesejahteraan psikologis guru yang mendapatkan sertifikasi. Jurnal Psikologi, 7(2).

Ischak, M. (2019). Upaya Perempuan Pembudidaya Rumput Laut dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga di Desa Pitusunggu Kecamatan Marang Kabupaten Pangkep. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Kertapati, Y. (2019). Tugas Kesehatan Keluarga dan Tingkat Kemandirian Keluarga di Wilayah Pesisir Kota Surabaya. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 14(1).

Linawati, R. A., & Desiningrum, D. R. (2018). Hubungan antara religiusitas dengan psychological well-being pada siswa smp Muhammadiyah 7 Semarang. Empati, 6(3), 105–109.

Muthahari, A. H. (2019). Peran Yayasan Odesa dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga: Studi deskriptif di Desa Cikadut, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Na’imah, K. (2019). Kedisiplinan Pada Anak Panti Asuhan Ditinjau Dari Latar Belakang Keluarga (Studi Kasus Di Unit Pelaksanaan Teknis Pelayanan Sosial Asuhan Anak (UPT PSAA) Trenggalek). IAIN Kediri.

Nasri, S. A., Nisa, H., & Karjuniwati, K. (2018). Bagaimana Remaja Memaafkan Perceraian Orang Tuanya: Sebuah Studi Fenomenologis. Seurune: Jurnal Psikologi UNSYIAH, 1(2), 102–120.

Pangastuti, B., & Sawitri, D. R. (2015). Hubungan Antara Konflik Peran Pekerjaan-keluarga Dengan Kesejahteraan Psikologis Pada Anggota Kowad Di Kodam Iv/diponegoro. Empati, 4(2), 203–208.

Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2008). Human Development. Jakarta: Prenada Media Group.

Prabowo, A. (2016). Kesejahteraan psikologis remaja di sekolah. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 4(2), 246–260.

Pratama, R., Syahniar, S., & Karneli, Y. (2016). Perilaku Agresif Siswa dari Keluarga Broken Home. Konselor, 5(4).

Prayitno. (2012). Jenis Layanan dan Kegiatan Pendukung Konseling. Padang: UNP.

Prayitno, & Amti, E. (2004). Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.

Ramadhani, T., Djunaedi, & Sismiati, A. (2016). Kesejahteraan Psikologis (Psychological Well- Being) Siswa Yang Orangtuanya Bercerai (Studi Deskriptif yang Dilakukan pada Siswa di SMK Negeri 26 Pembangunan Jakarta) Abstrak. Insight: Jurnal Bimbingan Konseling, 5(1), 108–115.

Riandana, Y. H. (2016). Hubungan Dukungan Sosial Keluarga dengan Psychological Well-Being (PWB) pada Lansia di GKJ Purbalingga. Universitas Kristen Satya Wacana.

Rofiqah, T., & Sitepu, H. (2019). Bentuk Kenakalan Remaja sebagai Akibat Broken Home dan Implikasinya dalam Pelayanan Bimbingan Konseling. Jurnal KOPASTA, 6(2), 99–107.

Ryff, C. D, Keyes, C. . (1995). The Structure of Psychological Well -Being Revisited. Journal of Personality and Social Psychologi, 69, 719–727.

Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? Exploration on the meaning of psychological well being. Journal of Personality and Social Psychologi, 57, 1069–1081.

Ryff, C. D., & Keyes, C. L. M. (1995). The Structure of Psychological Well-Being Revisited. 69(4), 719–727.

Santrock, W. J. (2003). Adolescence Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga.

Schmutte, P. S., & Ryff, C. D. (1997). Personality and well-being: reexamining methods and meanings. Journal of Personality and Social Psychology, 73(3), 549.

Sobur, A. (1991). Anak Masa Depan. Bandung: Angkasa.

Sodikin, S. (2019). Literasi Media di Lingkungan Keluarga Dalam Mencegah Radikalisme Persepektif Al-Qur’an. Matan: Journal of Islam and Muslim Society, 1(1), 30–38.

Soraya, N. (2013). Perilaku sosial wanita muda pasca perceraian di Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Viitpoom, K., & Saat, H. (2016). Psychological well-being of students in Estonia: Perspectives of students, parents, and teachers. In International Handbook of Psychological Well-Being in Children and Adolescents (pp. 51–59). Springer.

Wells, I. E. (2010). Psychology of emotions, motivations and actions: Psychological well-being. New York: Nova Science Publisher, Inc, 6(9), 111334.

Willis, S. S. (2013). Konseling Keluarga. Bandung: Alfabeta.

Yuliani, I. (2018). Konsep Psychological Well-Being Serta Implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling. Journal of Innovative Couseling: Theory, Practice & Research, 2(2), 51–56.

Yunistiati, F., Djalali, M. A. ad, & Farid, M. (2014). Keharmonisan keluarga, konsep diri dan interaksi sosial remaja. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 3(01).

Yusuf, S. (2009). Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Bandung: Rizky Press.

Zulhaini, Z. (2019). Peranan Keluarga dalam Menanamkan Nilai-nilai Pendidikan Agama Islam Kepada Anak. Al-Hikmah (Jurnal Pendidikan Dan Pendidikan Agama Islam), 1(1), 1–15.


Article Metrics

 Abstract Views : 0 times
 PDF (Bahasa Indonesia) Downloaded : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Ifdil Ifdil, Indah Permata Sari, Viqri Novielza Putri

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.