Tradisi Ingkung pada pernikahan di desa Sei Kamah kabupaten Asahan

  • February 13, 2024
  • Abstract Views: 0
  • Downloads: 0
  • Page: 37-50
Corresponding Author

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sejarah tradisi ingkung dalam pernikahan masyarakat jawa di desa sei kamah kabupaten asahan dan apa makna tradisi ingkung bagi yang melaksanakannya. Metode pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan sejarah, teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan 3 tahap yaitu: Observasi, wawancara dan dokumentasi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan antropologi budaya yang merupakan cara hidup sekelompok masyarakat berupa tingkah laku, kepercayaan, nilai-nilai dan simbol-simbol yang mereka terima dan wariskan melalui proses komunikasi dari satu generasi ke generasi berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ingkung telah ada sejak lama di wilayah Jawa dan setelah masyarakat Jawa bertransmigrasi ke wilayah Sumatera, tradisi tersebut berkembang dan bertahan secara turun temurun hingga terus dilakukan hingga saat ini. Tradisi Ingkung mempunyai makna dan maksud yang baik yaitu sebagai wujud mohon syafaat kepada Nabi dan selalu mengikuti ajaran Rasul serta wujud zikir diri untuk selalu bersujud memohon ampun dan pertolongan hanya kepada Allah SWT.

Full Text:

References

Aryowono, B. (2022). 14 Upacara Adat Jawa tengah, Tradisi Unik yang Masih dilakukan warga. IDM Times Jateng. https://jateng.idntimes.com/life/education/bandot-aryowono/5-upacara-adat-jawa-tengah-tradisi-unik-yang-masih-dilakukan-warga?page=all

Baidawi, K. H. (2020). Sejarah Islam Di Jawa (A. P. Pati (ed.); 1st ed.). Araska.

Isnaksepi. (2017). Tidak mudah untuk berdakwah Majapahit, ada ulama yang memiliki kesempatan untuk “Di-ingkung.” Duta.Co. https://duta.co/tidak-mudah-mengislamkan-majapahit-ada-ulama-yang-sempat-di-ingkung-2

Koentjaningrat. (2004). Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. PT. Gramedia Pustaka Utama.

Lestari, N. S. (2018). Ayam Ingkung Sebagai Pelengkap Upacara Adat Di Bantul Yogyakarta. Jurnal Sains Terapan Pariwisata, 3(3).

Marzuki. (2013). Tradisi dan Budaya Masyarakat Jawa dalam Perspektif Islam. 1–13.

Mukaffa, Z. (2017). Sunan Ampel dan Nilai Etis Islam Nusantara. Teosofi: Jurnal Tasawuf Dan Pemikiran Islam, 7(2), 432–468.

Aryowono, B. (2022). 14 Upacara Adat Jawa tengah, Tradisi Unik yang Masih dilakukan warga. IDM Times Jateng. https://jateng.idntimes.com/life/education/bandot-aryowono/5-upacara-adat-jawa-tengah-tradisi-unik-yang-masih-dilakukan-warga?page=all

Baidawi, K. H. (2020). Sejarah Islam Di Jawa (A. P. Pati (ed.); 1st ed.). Araska.

Isnaksepi. (2017). Tidak mudah untuk berdakwah Majapahit, ada ulama yang memiliki kesempatan untuk “Di-ingkung.” Duta.Co. https://duta.co/tidak-mudah-mengislamkan-majapahit-ada-ulama-yang-sempat-di-ingkung-2

Koentjaningrat. (2004). Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. PT. Gramedia Pustaka Utama.

Lestari, N. S. (2018). Ayam Ingkung Sebagai Pelengkap Upacara Adat Di Bantul Yogyakarta. Jurnal Sains Terapan Pariwisata, 3(3).

Marzuki. (2013). Tradisi dan Budaya Masyarakat Jawa dalam Perspektif Islam. 1–13.

Mukaffa, Z. (2017). Sunan Ampel dan Nilai Etis Islam Nusantara. Teosofi: Jurnal Tasawuf Dan Pemikiran Islam, 7(2), 432–468.

Rosidah, A. (2019). Makna Filosofis Kembar Mayang dalam Ritual Pernikahan Adat Jawa di Desa Kungkai Baru Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma dalam upacara perkawinan adat jawa Ismiya Hadiyana , Makna Filosofis Dalam Sri Widayanti , Makna Filosofis Kembar. Manthiq, IV, 105–110.

Suriani, & Amal, B. K. (2018). Adaptasi Orang Jawa : Studi Perubahan Upacara Panggih Dalam Perkawinan Jawa Di Kelurahan Dadimulyo Kisaran Barat, Asahan. 16(2), 88–99.

Wachid, M. I. (2020). Studi Living Qur’an : Akulturasi dan Revitalisasi Tradisi Syukuran Ingkungan Malam Jum’at Wage dan Tahlilan Adat Istiadat Hindu Jawa dengan Islam di Musholla al_Barokah Dsn. Kandangan Ds. Sugihwaras Kec. Prambon.

Wicaksono, B. (2021). Migrasi orang jawa ke asahan pada masa kolonial. 5, 54–62

Refbacks

  • There are currently no refbacks.